Selasa, 29 November 2016

Operasi hitung pembagian

 Perbagian adalah operasi aritmetika dasar yang merupakan kebalikan dari operasi perkalian. Operasi perbagian ini dinotasikan dengan tanda (÷) (division) atau / (slash). Jika operasi perkalian 5 x 4 = 20, maka 20 : 5 =4 dan 20 : 4 = 5.

Pembagian tanpa sisa
Perhatikan contoh pembagian dengan satu angka berikut.
1. 72 : 6 = ....  
2. 738 : 3 = ....  
Pembagian dengan sisa
Pembagian dengan sisa, berarti hasil akhir pembagian tidak habis.
Perhatikan contoh berikut ini !
1) 45 : 7 = ....
2) 1.283 : 25 = ....

Operasi hitung perkalian

Perkalian dengan cara bersusun panjang

1. Perkalian suatu bilangan dengan satu angka
    Contoh :
   1) 74 × 6 = ….  
   2) 326 x 5 =....
2. Perkalian suatu bilangan dengan dua angka
    Contoh : 
    1) 374 × 17 = ....
    2) 2.384 × 42 = ....
3. Perkalian suatu bilangan dengan tiga angka
    Contoh:
    1. 243 × 152 = ....
    2. 3.265 × 246 = ....
Perkalian dengan cara bersusun pendek
1. Perkalian suatu bilangan dengan satu angka
    Contoh:
   1. 25 × 6 = ....  
   2. 426 × 4 = ....  
2. Perkalian suatu bilangan dengan dua angka
    Contoh :
   1. 25 × 24 = .... 
   2. 364 × 32 = ....
3. Perkalian suatu bilangan dengan tiga angka
    Contoh :
    1. 421 × 179 = .... 
    2. 2.468 × 542 = ....

sifat-sifat operasi hitung bilangan


Mengenal sifat – sifat operasi hitung bilangan:

  1. Sifat Komutatif
Sifat komutatif juga disebut dengan sifat pertukaran.
apabila ada penjumlahan atau perkalian dua buah bilangan. Jika kedua bilangan ditukarkan hasilnya tetap sama.
Namun ini tidak berlaku pada pengurangan. Sebab hasilnya akan berubah.
Contoh:
Untuk penjumlahan:
12 + 10 = 22 dan 10 + 12 = 22 sehingga 12 + 10 = 10 + 12
Untuk perkalian:
12 x 5 = 60 dan 12 x 5 = 60  sehingga 12 x 5 = 5 x 12
Untuk pengurangan:
12 – 8 = 4 dan 8 – 12 = -4
  1. Sifat Assosiatif .
Sifat asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Operasi penjumlahan atau perkalian tiga buah bilangan. Operasi tersebut dikelompokkan secara berbeda.Hasil operasinya tetap sama.
Contoh sifat asosiatif pada penjumlahan:
(5 + 6) + 8 = 11 + 8 = 19
5 + (6 + 8) = 5 + 14 = 19
Jadi, (5 + 6) + 8  = 5 + (6 + 8)
contoh sifat asosiatif pada perkalian:
(5 × 3) × 4 = 15 × 4 = 60
5 × (3 × 4) = 5 × 12 = 60
Jadi, (5 × 3) × 4 = 5 × (3 × 4).
  1. Sifat Distributif
Sifat distributif merupakan sifat penyebaran. Untuk lebih memahami sifat distributive.
Contoh  sifat distributive pada penjumlahan dan perkalian:
Apakah 4 × (5 + 6) = (4 × 5) + (4 × 6)?
Jawab:
4 × (5 + 6) = 4 × 11 = 44
(4 × 5) + (4 × 6) = 20 + 24 = 44
Jadi, 4 × (5 + 6) = (4 × 5) + (4 × 6)